Pada tahun 1205
M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan
dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya
ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat
dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga
Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya
prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung
sejak tahun 2003.
Di Desa
Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi
Gayatri. Candi ini
adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri
Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden
Wijaya (Kertarajasa
Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri
Gitarja (Tribhuwanatunggadewi),
sekaligus nenek dari Hayam
Wuruk
(Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Nama Boyolangu
itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang
menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang =
penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan beliau. Berikut ini adalah kutipan
Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu
Prapanca dan telah
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
Prajnyaparamitapuri
itulah nama candi makam yang dibangun
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)
Di Boyolangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)
Makam rani:
Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Boyolangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Boyolangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)

No comments:
Post a Comment