WELCOME TO THE BLOG SUTRISNO MBAH NDO

Monday, January 14, 2013

Tiban

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

  
 


Ritual Tiban adalah tari sakral untuk mendatangkan hujan. Di masyarakat pendukungnya, tetesan darah akibat permainan tiban adalah lambang perjuangan yang gigih dalam mencari air, utamanya guyuran hujan yang mutlak diperlukan petani di sawah ladang. Ritual tiban biasanya dilaksanakan di musim kemarau.

Kesenian tradisional Tiban sudah mendarah daging masyarakat Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kobupaten Tulungagung. Suatu permainan adu kekuatan daya tahan tubuh dengan menggunakan Cambuk sebagai senjatanya. Berdasarkan sejarah budirinya daerah Wajak, istilah Tiban muncul pada zaman pemerintahan Tumenggung Surontani II. Hal ini dimaksudkan untuk mencari bibit-bibit prajurit yang tnngguh dan gagah perkasa yang nantinya akan dipersiapkan untuk menghadapi Kerajaan Mataram.



Sampai sekarang Tiban masih tetap membudaya dalam masyarakat daerah Wajak. Namun telah mengalami perubahan dalam hal tujuan diadakannya pertunjukan tersebut. Tujuan Tiban semula yakin untuk mencari prajurit-praiurit yang tangguh, sudah dianggap tidak lagi berfungsi atau berguna bagi masyarakat Wajak yang ada di negara Indonesia yang sudah merdeka. Sehingga masyarakat sebagai pendukung dari kebudayaan akan mengadakan refisi / perubahan terhadap tujuan dari kesenian Tiban tersebut.


No comments:

Post a Comment