WELCOME TO THE BLOG SUTRISNO MBAH NDO

Sunday, January 6, 2013

Telaga Buret

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم





Telaga Buret berada di Dusun Buret desa Sawo Kecamatan Campurdarat. Kondisi telaga ini masih asli. Pemandangannya masih murni dan begitu indah. Telaga buret merupakan tempat wisata yang mudah dijangkau alat transportasi.


Menurut kepercayaan yang menguasai ( mbau rekso) di telaga Buret adalah Mbah Djigangdjojo. Dalam cerita sebetulnya mbah Djigangdjojo itu adalah seorang pangeran dari mataram, akan tetapi karena termasuk pangeran yang sudah tua, maka lazimnya orang-orang menyebutnya mbah Djigangdjojo begitu saja.

Mungkin pengeran Djigangdjojo itu juga seorang pelarian yang tujuannya sama dengan Pangeran Benowo di Bedalem hanya tempatnya menepi di telaga Buret.Mbah Djigangdjojo kesenangannya adu jago. Sampai sekarang ini masih dipercayai kalau mbah Djigangdjojo itu kalah jagonya, maka keadaan ikan-ikan di rawa-rawa kelihatan banyak sekali.

Mbah Djigangdjojo mempunyai 2 orang anak yang seorang bernama Sekardjojo tempatnya masih menjadi satu ditelaga Buret berkumpul dengan mbah Djigangdjojo, sedang yang seorang bernama Kembangsore bertempat dibawah dawuhan/jembatan desa Gedangan.

Keadaan telaga Buret sampai sekarang seakan-akan masih tampak keangkerannya. Tak ada yang berani mengambil ikan dari sekitar Telaga itu, karena menurut kepercayan kalau ada yang berani mengambil maka dalam waktu tidak terlalu lama akan mendapat halangan. Kecuali kalau ikan tadi sudah berada di dawuhan Malang, biarpun asalnya dari telaga Buret tetapi sudah bisa diambil oleh siapapun saja.



Bagi desa Sawo, Gedangan dan Ngentrong telaga Buret merupakan tempat yang dianggap keramat. Tiga desa tersebut tiap 1 tahun sekali tepat pada bulan Selo, hari Jum’at Legi bersama-sama mengadakan ulu-ulu/slamatan disitu.


 

Pantai Sine

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




Tidak jauh dari Pantai Popoh, terdapat obyek yang siap menanti para wisatawa, yaitu Pantai Sine. Bagi wisatawan yang gemar berjemur di pasir tidak usah jauh-jauh ke Bali, datang saja ke hamparan pasir di Pantai Sine Tulungagung. Pada cuaca yang cerah dari pantai ini kita dapat menyaksikan matahari terbit secara langsung. Disepanjang pantai selatan yang masuk wilayah Tulungagung.


Di sebelah utara terdapat tebing dengan pancuran alami yang mana airnya berasal dari mata air di atasnya dan di sebelah selatan Pantai Sine terdapat hutan yang masih terlindungi dan keberadaan pasar ikan tradisional yang pastilah menambah keindahan Pantai Sine. Walaupun menghabiskan waktu yang lumayan lama dari pusat kota tetapi perjalanan menuju wisata Pantai ini sangatlah menyenangkan karena melewati pegunungan dan perbukitan yang sangat indah.



Selain menyajikan keindahan alami Pantai Sine ini juga menyajikan keragaman budaya lokal masyarakat sekitar, misalnya kesenian wayang kulit yang dipertunjukkan setiap tanggal satu suro, dan ada juga prosesi larung sesaji yang berguna untuk menangkal mara bahaya ataupun acara mencuci atau memandikan gaman seperti keris dan tombak dari para sesepuh masyarakat.


Pantai Klathak

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم









Klathak adalah salah satu pantai kebanggaan Tulungagung. Pantai ini memiliki ombak yang fantastis dan dingin dengan angin laut yang lembut. Pemandangannya masih murni dan begitu indah.pantai ini belum tersentuh oleh investor.Para pengunjung dapat melakukan aktivitas laut di sini, seperti memancing, mandi matahari, voli pantai, dll Ada juga pedagang makanan dan minuman di sekitar pantai. Kunjungi dan menikmati pantai Klathak di Tulungagung bersama keluarga, teman dan lainnya. Dengan ciri khas deburan ombak yang berbunyi "klatak...klatak...klatak..." mungkin masyarakat setempat menyebutnya Pantai Klathak. Dengan perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari pusat kota Tulungagung - Campurdarat - Besuki - (Pertigaan Koramil ke barat).